BANNER PEMPROV MARET-APRL 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Kemenkes RI Peringatkan Dampak Serius El Nino 'Godzilla' Bagi Kesehatan

Kemenkes RI Peringatkan Dampak Serius El Nino 'Godzilla' Bagi Kesehatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperingatkan tentang dampak serius fenomena El Nino ekstrem yang kerap dijuluki 'Godzilla' bagi kesehatan manusia--

RADARPALEMBANG.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperingatkan tentang dampak serius fenomena El Nino ekstrem yang kerap dijuluki 'Godzilla' bagi Kesehatan manusia.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menjelaskan El Nino yang memicu musim kemarau panjang dengan curah hujan rendah menyebabkan menurunnya proses rain washing.

Kondisi ini membuat polutan udara tidak tersapu hujan dan justru terakumulasi di atmosfer.

"Udara menjadi stagnan, diperparah lapisan inversi dan angin lemah. Risiko kebakaran hutan dan lahan juga meningkat, sehingga menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung pada kesehatan," kata Aji,  Senin, 13 April 2026.

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Dorong BPJS Kesehatan Ciptakan Terobosan Inovatif untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan

BACA JUGA:Ini Dia Buah Zaitun, Si Pelindung Kesehatan Tubuh dan Mental

Selain kualitas udara yang memburuk, peningkatan suhu dan perubahan lingkungan turut memicu berkembangnya penyakit tular vektor.

Genangan air yang terbentuk selama periode tertentu menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak, meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

Tak hanya itu, kualitas air dan sanitasi yang menurun selama kemarau panjang juga berpotensi memicu penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, tifoid, kolera, hingga leptospirosis.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk perlindungan diri selama periode El Nino, di antaranya:

  • Memantau kualitas udara melalui aplikasi atau situs resmi
  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi tinggi
  • Menutup ventilasi rumah, kantor, atau sekolah saat udara buruk
  • Menggunakan penjernih udara dalam ruangan
  • Menghindari paparan asap, termasuk rokok
  • Memakai masker saat kualitas udara memburuk
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
  • Berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gangguan kesehatan, terutama pernapasan

 

Sumber:

Berita Terkait