Perumda Tirta Musi Palembang Luncurkan Aplikasi Layanan Air Bersih
Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang Teddy Andrian--
RADARPALEMBANG.ID - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang, meluncurkan aplikasi layanan air bersih untuk mempermudah masyarakat dalam menerima layanan.
Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang Teddy Andrian, mengatakan Aplikasi Layanan Air Bersih ini hadir sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam melakukan transformasi digital.
Selai itu dengan Inovasi yang dilakukan Perumda Tirta Musi Palembang dapat menjadi jawaban kebutuhan masyarakat akan layanan yang lebih praktis dan efisien.
"Sama seperti instansi PLN yang sudah terbentuk, kami akan menjalankan sistem aplikasi serupa, yang dapat diakses melalui handphone," kata Teddy, Jumat, 10 April 2026.
BACA JUGA:Bantu Masyarakat, PT Tirta Sriwijaya Maju Ikut Gelar Pasar Murah
Teddy berharap dapat meningkatkan rasio kepuasan pelanggan serta menekan angka kehilangan air akibat kebocoran yang tidak segera terlaporkan.
Ia menambahkan, pihaknya berencana untuk terus mengembangkan fitur-fitur tambahan, termasuk integrasi metode pembayaran elektronik dengan berbagai penyedia jasa keuangan untuk semakin mempermudah transaksi masyarakat.
Ia menjelaskan saat ini cakupan layanan air bersih di Kota Palembang telah mencapai sekitar 85 persen. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kawasan yang membutuhkan peningkatan akses layanan.
"Kami upayakan tahun ini melakukan penambahan 15 ribu sambungan pelanggan baru, terutama di kawasan pinggiran seperti Kalidoni, Mata Merah, Merah Mata, serta beberapa wilayah lainnya termasuk Kertapati," katanya.
BACA JUGA:Siap-siap Warga Sako dan Sekitarnya, Selasa 3 Februari 2026 Air Ledeng Tirta Musi Mati 12 Jam
Ia mengemukakan, untuk mendukung target tersebut, pihaknya tengah melakukan pengembangan jaringan distribusi air bersih melalui investasi pembangunan pipa induk di sejumlah kawasan strategis.
"Pengembangan jaringan masih terus berjalan, termasuk pembangunan pipa induk agar distribusi air bisa menjangkau wilayah yang selama ini belum optimal," ujarnya.
Sumber:



