Fakta Menarik Seputar Perayaan Paskah dan Dibalik Makna Kebangkitan Kristus
Tema Paskah 2026 dan Maknanya dibalik kebangkitan Kristus--
PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Perayaan Paskah 2026 menjadi momen penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Tahun ini, Paskah jatuh pada Minggu, 5 April 2026, dan kembali menjadi puncak refleksi iman tentang kebangkitan, harapan, dan pembaruan hidup.
Tak sekadar perayaan tahunan, Paskah menyimpan makna teologis mendalam sekaligus pesan sosial yang relevan dengan situasi kemanusiaan masa kini.
BACA JUGA:Pemerintah Tetapkan Jumat Agung 2026 Hari Libur Nasional, Cek Tanggal dan Informasi di Sini!
BACA JUGA:Polda Sumsel Kerahkan Personel di 475 Gereja, Siap Amankan Jumat Agung dan Paskah 2026
Apa Itu Paskah dan Apa yang Diperingati?
Paskah adalah hari raya yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya. Peristiwa ini menjadi fondasi utama iman Kristen karena menegaskan kemenangan atas dosa dan maut.
Rangkaian Paskah diawali dengan Pekan Suci: Minggu Palma, Kamis Putih, dan Jumat Agung. Di Indonesia, Jumat Agung 2026 jatuh pada 3 April 2026 dan ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional.
Secara historis, penetapan tanggal Paskah merujuk pada keputusan Konsili Nikea tahun 325 M, yakni dirayakan pada Minggu pertama setelah bulan purnama pasca ekuinoks musim semi.
BACA JUGA:Junction Palembang Perkuat Integrasi Perjalanan Antar Ruas Tol di Sumsel
Karena itu, tanggalnya berubah setiap tahun, berkisar antara akhir Maret hingga April.
Menariknya, istilah “Paskah” berasal dari kata Pascha, yang berakar dari perayaan Yahudi Pesach—simbol pembebasan bangsa Israel dari perbudakan.
Dalam iman Kristen, makna itu diperdalam sebagai pembebasan manusia dari dosa melalui kebangkitan Kristus.
Tema Paskah 2026 dan Maknanya
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia atau Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menetapkan tema Paskah 2026:
“Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” (2 Korintus 5:17)
Sumber:



