BANNER PEMPROV MARET 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Ketapang–Gilimanuk Tersendat, Bambang Haryo: Penambahan Dermaga Solusi Utama

Ketapang–Gilimanuk Tersendat, Bambang Haryo: Penambahan Dermaga Solusi Utama

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti krusialnya lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk sebagai lintasan terpadat dan strategis nasional.--

BANYUWANGI, RADARPALEMBANG.ID - Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti krusialnya lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk sebagai lintasan terpadat dan strategis nasional.

Menurut pemilik sapaan akrab BHS, persoalan antrean panjang akibat keterbatasan dermaga tidak bisa dianggap sepele. Jika terus dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap perekonomian.

Dikatakan BHS, pada masa arus mudik dan libur lebaran, terdapat sektor yang perlu mendapat perhatian serius, yakni angkutan logistik. Apalagi lintasan ini juga menghubungkan Bali sebagai destinasi wisata andalan kelas dunia.

“Angkutan logistik selalu berdampingan dengan pertumbuhan pariwisata. Ketika pariwisata tumbuh, maka logistik juga pasti tumbuh. Ini membutuhkan antisipasi, sementara saat ini pertumbuhan jumlah trip kapal tidak meningkat karena adanya keterbatasan dermaga,” ujar BHS, di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Senin 16 Maret 2026.

BACA JUGA:Pelabuhan Merak Terancam Chaos Saat Mudik! Bambang Haryo Soroti Minimnya Dermaga

BHS menegaskan, kondisi tersebut harus segera direspons melalui penambahan infrastruktur dermaga.

"Ini sudah waktunya untuk segera membangun minimal dua unit dermaga. Sehingga, dermaga tersebut dapat menampung kapal-kapal yang saat ini masih menganggur, yang jumlahnya di atas 20 kapal. Dengan penambahan tersebut, kapal-kapal yang sebelumnya off atau tidak beroperasi, dapat dimanfaatkan untuk masuk ke dalam jadwal dan memperkuat kapasitas angkut, kurang lebih 30 persen. Hal ini menjadi langkah antisipasi jangka panjang, baik untuk pariwisata maupun penunjangnya, yaitu logistik," kata BHS.

Lebih lanjut, ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) pusat ini mengatakan logistik di wilayah pariwisata harus bisa tercukupi, sehingga harga barang tidak mengalami kenaikan akibat daripada kelangkaan.

"Saat ini, hambatan berupa kemacetan yang bisa mencapai lebih dari 10 jam pada angkutan logistik berpotensi menimbulkan inflasi yang cukup tinggi dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, distribusi logistik harus dilancarkan," tukas BHS.

BACA JUGA:Anggota DPR RI Bambang Haryo Apresiasi Rencana Presiden Prabowo Bangun Jalur Kereta di Luar Jawa

Di Negara seluruh dunia, sambung BHS, di saat musim liburan, angkutan logistiknya juga harus mengimbangi. Karena, dengan adanya peningkatan wilayah pasti kebutuhan logistiknya akan lebih besar, dan ini harus di antisipasi.

"Jangan sampai wisatawan domestik dan internasional, mendapatkan kelangkaan barang di wilayah pariwisata. Wilayah Pariwisata harus di manjakan dengan kecukupan logistik, makanan dan minum selama arus mudik dan libur lebaran," ungkap BHS

Di sisi lain, lanjut alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya tersebut, untuk sementara waktu, operasional kapal dilakukan dengan pola nonjadwal sebagaimana ditargetkan oleh pemerintah. Proses tiba, bongkar muat, hingga keberangkatan harus dipercepat dan perlu ditetapkan target standar waktu sesuai dengan ukuran kapal.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama periode libur.

Sumber: