BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Kapan Awal Ramadan 1447 H? Sidang Isbat Bagian dari Sarana Edukasi Publik

Kapan Awal Ramadan 1447 H? Sidang Isbat Bagian dari Sarana Edukasi Publik

Rapat persiapan Sidang Isbat awal Ramadan 1447 H [email protected],id

RADARPALEMBANG.ID -Sidang Isbat digelar untuk memfasilitasi kebutuhan keagamaan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa dengan mengedepankan prinsip kemaslahatan umat. Sidang Isbat juga menjadi sarana edukasi publik.

Hal itu disampaikan  Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad, dalam rapat Tim Hisab Rukyat persiapan Sidang Isbat awal Ramadan 1447 H di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, pada Rabu 11 Februari 2026.

“Kepastian akan pelaksanaan awal ibadah ini penting karena berdampak pada operasional perkantoran, layanan masyarakat, hingga perbankan, dan kepentingan publik lainnya.

Implikasi yang kompleks ini membutuhkan kehadiran negara dalam mengakomodasi kepentingan dan kemaslahatan bersama,” ujarnya.

BACA JUGA:Buka Program Edukasi Pengamatan Hilal, Kemenag Ajak Konten Kreator Kuasai Hisab Rukyat

Menurut Abu Rokhmad, Sidang Isbat juga menjadi sarana edukasi publik bahwa penentuan bulan kamariah harus dilakukan secara hati-hati karena berkaitan dengan pemanfaatan ruang publik yang menuntut ketertiban dan keteraturan.

“Pemerintah berikhtiar mengintegrasikan metode hisab dan rukyat dalam penentuan posisi hilal awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah secara cermat. Sidang Isbat menjadi wadah ilmiah dan musyawarah mufakat dalam penentuan awal bulan tersebut,” katanya.

Ia menyebut, Sidang Isbat tidak dimaksudkan untuk mempertajam perbedaan, melainkan sebagai sarana edukasi atau tarbiyah bagi masyarakat terkait metode penentuan awal bulan kamariah.

“Saat ini perbincangan mengenai perbedaan awal Ramadan kembali hangat. Kita sering menemukan dikotomi antara metode hisab dan rukyat. Kemenag ingin mengedukasi masyarakat, bukan mempertajam perbedaan. Pemerintah ingin memberi pemahaman bahwa perbedaan metode memiliki implikasi yang kompleks,” tambahnya.

BACA JUGA:Hari Terakhir Ziarah Kubro Palembang, Ribuan Jemaah Tumpah Ruah di Jalan

Abu Rokhmad menjelaskan, metode hisab merupakan perhitungan matematis dan astronomis untuk menentukan posisi hilal, sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Qur’an.

Sementara metode rukyat adalah pengamatan hilal, baik secara langsung maupun dengan alat bantu, sebagaimana dipraktikkan Rasulullah saw. dan para sahabat berdasarkan hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim.

“Saya kira kedua metode ini memiliki dasar yang kuat dan tidak untuk dipertentangkan. Karena itu, Kemenag menggelar Sidang Isbat untuk mengintegrasikan keduanya melalui musyawarah mufakat antara alim ulama, ahli fikih, dan ahli astronomi.

Solusi yang diambil adalah al-jam’u wa at-taufiq, yaitu jalan tengah dengan mengompromikan dan menggabungkan makna,” jelasnya.

Sumber: