BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Kunci Sukses Obay, Pemilik Teh Aba, tak Hanya Soal Rasa, Asah Kinerja Karyawan dengan Sentuhan Human Relation

Kunci Sukses Obay, Pemilik Teh Aba, tak Hanya Soal Rasa, Asah Kinerja Karyawan  dengan Sentuhan Human Relation

Obay, pemilik Teh Aba bicara kiat sukses mengelola usahanya..-dok pribadi-

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID – Bermula dari iseng, siapa sangka Teh Aba, tempat yang menyediakan kuliner khas India dengan sentuhan Melayu kini menjadi salah satu tongkrongan paling diminati warga PALEMBANG.

Semua tak lepas dari kepiawaian sang pemilik, Muhammad Yunus dalam mengelola tempat yang berlokasi di Kambang Iwak ini. Dengan sederhana, pria keturunan India yang biasa disapa Obay ini menyebutkan, tidak hanya soal rasa yang membuat lidah bertekuk lutut, kinerja tim  mampu mendongkrak kesuksesan sebuah usaha.

Teh Aba sendiri mulai hadir di tengah masyarakat sejak tahun 2015 silam dengan produk minuman Chai Masala, teh susu khas India dengan rempah pilihan yang dikemas dalam botol. Minuman klasik ini merupakan racikan sang kakek, pemilik usaha martabak legendaris Achahe yang jadi peneman Obay melewati hari.

Pria berusia 45 tahun ini memperkenalkan Chai Masala dari bazar ke bazar dan respon masyarakat sangat antusias hingga tak lama berselang ia memutuskan buka outlet pertama di Jalan Kapten A Rivai. Tidak hanya minuman, ia juga menyediakan berbagai varian makanan sebagai pelengkap.

BACA JUGA:Konsep Prewedding Rara dan Aladul mengusung Tema Profesi, Berikut Profil Rara dan Aladul

Hingga memasuki akhir tahun 2019, di mana  pandemi COVID-19 menghantam dan berdampak cukup hebat bagi beberapa sektor usaha termasuk Teh Aba yang sudah mengantongi HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) sejak tahun 2015 ini.

Akhirnya, ayah 3 orang anak ini memutuskan untuk menutup sementara outlet bertepatan dengan habis masa kontrak Teh Aba di lokasi tersebut.

Di balik keresahan kala itu, Obay tidak tinggal diam. Dengan jeli Ia mulai beralih menjajaki bisnis secara digital di tengah situasi yang tidak pasti. Ia mulai memanfaatkan sosial media untuk menawarkan produk, dan ia bisa bernapas lega, cara ini efektif meraup cuan.

”Saya tidak ingin brand Teh Aba ini hilang tanpa jejak. Saat pandemi justru online naik daun  saya lihat ada peluang jadi kita tetap jalan. Kita buat untuk minuman dalam kemasan botol, untuk pemesanan makanan seperti biryani itu pre-order. Saya juga sempat bikin brand baru MalbiQu saat itu,” terangnya.

BACA JUGA:Qanita Syifa Nurandah Bakal Jadi Walikota Palembang Sehari, Ratu Dewa: Ini Bisa Jadi Motivasi dan Inspirasi

Setelah COVID-19 melandai, ia mulai mencari tempat untuk membuka kembali Teh Aba. Tak lama berselang, ia menerima ajakan dari pemilik Agam Pisan, untuk bergabung buka usaha di gedung Lantai 3 Pasar 16. Setelah mempelajari beberapa waktu akhirnya ia setuju mengadu nasib di sana. “Kayaknya menarik nih Teh Aba bisa buka di pasar yang hampir punah dan legend ini,” imbuhnya.

Tidak bertahan lama, di tengah situasi yang tidak kondusif antara beberapa pihak, ia pun hengkang dan melirik kawasan Veteran untuk tempat usaha selanjutnya. Terus melaju, ia buka cabang terbaru pada awal tahun 2026 di area Kambang Iwak. 

“Pastinya tempat ini lebih strategis dan luas. Untuk sementara cabang Veteran kita tutup sementara, kita fokus kembangkan yang di sini dulu,” ujarnya.

Meski terhitung seumur jagung, cabang terbaru Teh Aba ini mampu memikat hampir 700 pengunjung setiap harinya datang memadati bahkan harus antri menunggu tempat duduk. Hal ini tentu saja menjadi angin segar dan tantangan bagi pria dengan penampilan stylish ini agar tetap bertahan dengan situasi ini.

Sumber:

Berita Terkait