OTT Bea Cukai, KPK Tangkap 17 Orang, Barang Bukti Rupiah, Dolar Amerika, Dolar Singapura, dan Yen Jepang
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK. OTT KPK tangkap 17 pejabat Bea Cukai.--
JAKARTA, RADARPALEMBANG.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap total 17 orang terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan.
Selain mengamankan para tersangka dalam OTT terkait pengurusan importasi barang, KPK juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai berbagai mata uang.
Dalam OTT Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK terkait pengurusan importasi barang di Bea Cukai, lembaga anti rausah ini mengungkap ada 4 jenis mata uang.
"Uang yang disita terdiri atas rupiah, dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, dan yen Jepang,"kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Kamis 5 Februari 2026
BACA JUGA:Kabar Duka, Ketua KPK Periode 2007-2009 dan Alumni FH Unsri, Antasari Azhar Meninggal Dunia
BACA JUGA:Perkara Korupsi Almarhum H Halim Resmi Dinyatakan Gugur Demi Hukum oleh Hakim Tipikor PN Palembang
Untuk tersangkanya, salah satu yang ditangkap OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah Rizal, mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Direktorat Jenderal Bea Cukai Rizal yang ditangkap di Lampung.
Diketahui, saat Rizal, belum genap sebulan dilantik Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat pada 28 Januari 2026.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan OTT ini berkaitan dengan pengurusan importasi barang di lingkungan Bea Cukai.
"Dalam lanjutan peristiwa tertangkap tangan terkait pengurusan importasi barang di Bea Cukai, tim telah mengamankan sejumlah tujuh belas orang," kata Budi Prasetyo.
BACA JUGA:Akui Sebagai Gembong, Eks Wamenaker Noel Ebenezer Perintahkan Seluruh Kementrian untuk Korupsi
BACA JUGA:Korupsi PMI Palembang, Dipakai Buat Bayar Papan Bunga Hingga Kebutuhan Rumah Tangga
Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK memerinci 17 orang yang ditangkap itu terdiri atas 12 orang merupakan pegawai DJBC Kementerian Keuangan, sementara 5 lainnya berasal dari pihak swasta.
Pihak swasta yang dimaksud diketahui berasal dari PT BR, yang berdasarkan informasi dihimpun merujuk pada PT Blueray Cargo.
Sumber:


