PLN Terus Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Telah Kembali Menyala
Armada pengangkut material PLN berupaya melewati jalur penuh lumpur pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Kerusakan masif pada jembatan penghubung dan akses jalan nasional maupun provinsi menjadi tantangan utama dalam mobilisasi material kelistri--
RADARPALEMBANG.ID - PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan kelistrikan di Provinsi Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda.
Hingga saat ini, sebanyak 6.432 desa atau sekitar 98,9 persen desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa pemulihan kelistrikan Aceh dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, serta keselamatan masyarakat.
“Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa.
BACA JUGA:PLN Umumkan Pemadaman Kamis 5 Februari 2026, Ini Daftar Wilayahnya!
Alhamdulillah, hingga saat ini hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala,” ujar Darmawan pada 18 Januari 2026
Meski demikian, PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04 persen yang belum teraliri listrik. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, meliputi Kabupaten Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
PLN memastikan proses pemulihan di wilayah-wilayah tersebut terus berjalan hingga seluruh desa kembali teraliri listrik secara normal.
“Desa-desa yang masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses jalan di sejumlah lokasi terputus, rusak parah, atau bahkan hilang akibat banjir dan longsor, sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu serta upaya ekstra.
BACA JUGA:Antisipasi Dampak Sinkhole, PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon
BACA JUGA:PLN Berikan 3 Tips Kelistrikan Hadapi Cuaca Ekstrem
Namun, kami tidak menunggu. Kami terus bergerilya dan menyambung kembali listrik hingga titik terdalam Aceh,” tegas Darmawan.
Selain itu, sembari upaya proses perbaikan jaringan listrik terus berjalan, 68 desa tersebut akan tetap mendapatkan pasokan energi listrik melalui dukungan Program 1.000 Genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sumber:


