BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Ari Wibowo, Demi Chef Hotel Santika Radial: Ketupat dan Opor, Paduan Pas di Momen Istimewa

Ari Wibowo, Demi Chef Hotel Santika Radial: Ketupat dan Opor, Paduan Pas di Momen Istimewa

Ari Wibowo, Demi Chef Hotel Santika Radial yang memadukan ketupat dan opor ayam, masakan khas lebaran.-heni effendi/radarpalembang.id-

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID – Euforia Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah masih meninggalkan sisa. Legitnya ketupat opor ayam masih terasa lekat di lidah. 

Ketupat dan opor ayam menjadi salah satu menu yang biasa dihidangkan pada saat perayaan hari-hari besar, termasuk Hotel Santika Radial Palembang yang menyajikan menu lezat ini saat Hari Raya Idul Adha  beberapa waktu lalu. 

Ketupat, seperti dijelaskan Ari Wibowo, Demi Chef Hotel Santika Radial Palembang adalah makanan terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa muda dan direbus selama beberapa jam. 

BACA JUGA:Sensasi Sajian Nasi Kebuli dan Mandy di Kedai Nasi Arab Al-Buchorie, Buka Outlet Kedua di Le Garden PIM

Ia menyebutkan, tidak hanya memiliki bentuk yang tergolong unik yakni persegi empat, ketupat juga punya filosofi tersendiri. 

“Membuat makanan itu kayak ada filosofi tersendiri. Ketupat bentuknya itu kayak segi 4, mengarahkan ke arah mata angin Timur, Utara, Barat, dan Selatan, dengan harapan manusia itu berjalan sesuai arah,” urainya saat dibincangi kemarin. 

Meski ketupat sering dihidangkan saat Lebaran, lanjutnya, bukan berarti ketupat lahir dari agama Islam, karena ketupat sudah dikenal sejak zaman Hindu-Buddha sebelum Islam menyebar di Jawa. 

BACA JUGA:Pegadaian Salurkan Qurbantu Bagi Warga Kota Palembang, Potong 10 Ekor Sapi Berkualitas Baik

“Seperti yang aku pelajari, ketupat sudah ada sebelum Islam masuk. Jadi daun kelapa muda ini sudah dibikin janur untuk pernikahan dan proses pembuatan makanan,” katanya. 

Sementara untuk opor, ia menjelaskan, ada dua jenis, opor putih dan kuning. Meski sama-sama opor, namun memiliki sedikit perbedaan makna. 

Menurut Ari, opor putih lebih sering disajikan untuk mengekspresikan permintaan maaf dan kembali suci saat Idul Fitri maupun Idul Adha.

Sementara opor kuning, tetap ada unsur memaafkan namun ke arah keagungan lebih ke hubungan kerajaan pada masa itu. 

BACA JUGA:Promo Harga Kamar The Zuri Hotel Palembang Diperpanjang Lagi, Cukup Bayar Rp 650 RIbu per Malam

Hotel Santika Radial sendiri ujarnya menghidangkan opor ayam putih khas Palembang sebagai salah satu menu istimewa pada saat Idul Adha kemarin. 

Sumber: